Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Di Masa Pandemi

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Di Masa Pandemi

Generasi penerus harus mampu menghidupkan kembali sikap dan budaya gotong royong, silahturahmi dan musyawarah untuk mufakat yang hakikinya merupakan ciri bangsa Indonesia sejak dulu. Primordialisme, masalah SARA, masalah ketidakadilan, masalah korupsi dan kesenjangan sosial ekonomi secara bertahap harus dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan. Hal ini perlu ditegaskan mengingat, hal tersebut dapat menjadi titik retak rasa persatuan dan kesatuan bangsa bila tidak dapat ditemukan solusi pemecahan masalahnya. Oleh karena itu, pemuda harus mampu mempelopori untuk memahami, menghayati dan mengimplementasikan nilai – nilai empat pilar Kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai daya tangkal terhadap berbagai potensi yang mengancam keutuhan NKRI.

Namun, di tengah kondisi seperti ini, ada saja peluang usaha baru yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan dan berkembang. Setelah pendidik mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran on-line, maka akan tercipta pemikiran mengenai metode dan mannequin pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik. Dalam hal ini, guru lebih persuasifkarena membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru melalui video kreatif tersebut.

Memanfaatkan keadaan Covid

Dari pengalaman Netflix, kita bisa belajar untuk lebih mengandalkan sarana digital demi kesuksesan bisnis. Selama pandemi, sebagian besar aktivitas dilakukan secara virtual melalui sarana digital. Menyesuaikan dengan kondisi ini, kamu bisa berfokus untuk menyediakan produk dan jasa melalui internet. Nah, sebenarnya pertanyaan waktu yang tepat untuk memulai bisnis tidak relevan untuk ditanyakan karena memulai bisnis bisa kapan saja. Bahkan, banyak perusahaan besar di dunia yang sukses memulai bisnisnya di tengah situasi krisis ekonomi.

Tetapi terdapat juga pabrik ekportir yang telah menutup produksinya akibat tidak adanya order. Manufaktur mungkin ditahun ini tidak melakukan PHK tetapi membayar setengah gaji atau memberikan cuti tanpa dibayar. Belajat dari pengalaman yang pernah terjadi, situasi seperti ini bisa dimanfaatkan pengusaha dalam rangka melakukan restruktur hutang sehingga menetapkan status pailit pada perusahaan. Jaring pengaman sosial tidak siap dalam situasi ini karena yang disanggah melalui program Bansos , PKH dan lainnya adalah kelompok masyarakat miskin. Kelompok pekerja casual yang rentan miskin, dan dalam situasi ini dengan segera masuk ke dalam kelompok miskin, tidak dilindungi dalam program-program semacam itu.

Kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama dengan Polda DIY ini, mendesak untuk dilaksanakan dalam rangka menyikapi maraknya peredaran produk barang BM untuk mengkaji dampak ekonomi yang ditimbulkannya, dan melihat implikasi hukumnya di dunia perdagangan TI, di Yogyakarta. Yonathan Bimo Satrio, atau biasa dipanggil Bimo, berasal dari kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan, tetapi saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, jurusan sosiologi. Sebelum pandemi, kegiatan Bimo sehari-hari diisi dengan kuliah dan aktivitas di beberapa komunitas kampus, yaitu On Fire dan Tepus Story. Selama di rumah, Bimo tetap berlatih tari, membuat konten video, menggambar, mewarnai, dan menanam berbagai tanaman sayur organik agar tetap produktif dan tetap semangat. Sejak pemerintah menerapkan PSBB, banyak tempat penjualan ditutup sehingga kegiatan penjualan produk dialihkan secara daring.

Oleh karena itu, penting bagi Bapak/Ibu guru untuk mengajarkannya pada setiap siswa. Banyak cara yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan gotong royong membersihkan kelas atau lingkungan sekolah. Perlu Bapak/Ibu guru ketahui, siswa yang sering menerima apresiasi dari gurunya akan tumbuh dengan banyak energi positif. Rasa percaya dirinya akan meningkat, jiwa kreatifitas dan inovatifnya juga akan berkembang dengan maksimal. Selain itu, karena terbiasa diperhatikan, siswa juga akan memiliki kebiasaan tersebut dan cenderung lebih peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Bekerja dari rumah tentunya dapat menekan berbagai biaya yang mungkin timbul saat kita bekerja di kantor seperti biasa.

Bukan hanya Indonesia aja yang terkena dampak di bidang ekonomi, tetapi juga negara lain. Sebab saya yakin, di mana saja kita berperan memiliki nilai dan manfaat yang baik untuk sesama,” pungkas Sekda. “Sekitar 22 tahun lalu saya pikir itu musibah, saya di PHK waktu krisis tahun 1997. Itu membawa saya membuka usaha konsultan keuangan dan ternyata dari usaha yang dimulai dengan rekan saya dan melalui proses jatuh bangun, kita sekarang sudah menjadi salah satu perusahaan investasi aktif di Asia Tenggara dengan 30 ribu lapangan kerja,” cerita Sandi. Kita harus mengajarkan produktif bukan hanya anak-anak kita yang sekolah dari rumah saja, tapi bagaimana kita bisa produktif dari rumah saja.

“Hampir separuh dari lahan yang disediakan sudah digunakan untuk memakamkan jenazah korban virus corona. Ini bakal penuh mengingat penyebaran virus corona semakin meluas,” sebutnya. Menurutnya, pemerintah melalui petugas kesehatan hanya menganjurkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Termasuk bagi masyarakat yang melakukan ziarah, supaya tetap menggunakan masker, mengambil jarak, membawa hand sanitizer dan tidak melakukan kerumunan. Sebuah Penelitian Cambridge International melalui Global Education Census 2018 menunjukan bahwa siswa Indonesia sangat akrab dengan teknologi imformasi , tidak hanya dalam berinteraksi di media sosial tetapi juga untuk kebutuhan pembelajaran. Teknologi yang juga mulai berkembang pesat di masa pendemi ini adalah teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dan robot yang telah berjalan selama lebih dari enam bulan ini. Dengan adanya peraturan pemerintah dalam menjaga jarak atau PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 maka banyak startup dan periset mencoba bermacam cara untuk berinovasi membuat robot agar bisa mengurangi kontak dengan sesama manusia.

Walaupun rasa “persatuan” keIndonesiaan telah bertunas lama dalam sejarah bangsa Indonesia, namun semangat kebangsaan atau nasionalisme ke-Indonesiaan dalam arti yang sesungguhnya, secara formal baru lahir pada permulaan abad ke-20. Semangat kebangsaan tersebut lahir sebagai reaksi perlawanan terhadap kolonialisme yang telah berlangsung berabad-abad lamanya. Karena itu, nasionalisme Indonesia kontemporer terutama berakar pada keadaan bangsa Indonesia pada abad keduapuluh, namun beberapa dari akar-akarnya berasal dari lapisan sejarah yang jauh lebih tua .

Comments are closed.