5 Ideas Mengatasi Anak Susah Makan

5 Ideas Mengatasi Anak Susah Makan

Dengan mengenalkan sayur pada anak sejak dini, anak akan terbiasa dan familiar dengan rasa sayur-sayuran. Kadang-kadang alasan anak-anak menolak makanan sangatlah simpel, yakni ia tidak lapar. Menurut Sarah, selera balita sulit diprediksi dan memang tidak selalu menentu. “Setelah dua tahun, pertumbuhannya melambat dan stabil, yang berarti berpengaruh pada pola makannya,” ungkapnya. Orang tua memang pihak yang bertanggung jawab dan memiliki kontrol untuk mengatur makanan apa yang harus dimakan anak. Namun, anak-anak juga punya keinginan untuk menentukan apa yang ingin ia masak.

Teknologi vakum mengeluarkan udara dari dalam blender sebelum proses pelumatan, sehingga kandungan nutrisi pada buah dan sayur tetap terjaga. Tak hanya itu, teknologi vakum juga memberikan keleluasaan bagi orangtua mengolah smoothies dari semalam sebelumnya. Jadi, mama tak perlu lagi tergesa-gesa dalam menyiapkan bekal sehat anak, deh. Selain warna-warna yang mencolok, anak-anak juga sangat tertarik pada bentuk benda yang lucu atau gak biasa.

Tips agar makan anak lahap

Nah, mulailah banyak mencari informasi mengenai makanan kreatif untuk anak-anak Anda. Cara membuatnya adalah blender semua bahan bakso dan proses hingga lembut. Didihkan air dalam panci lalu bentuk adonan bakso dan masukkan dalam didihan air. Rebus sampai matang dan mengapung baru angkat dan dinginkan. Untuk kuahnya, rebus semua bahan lalu jika sudah mendidih tinggal angkat dan siap disajikan. Angkat dari kukusan lalu dinginkan dan potong sesuai selera.

Untuk balita, mengonsumsi makanan padat adalah hal atau kemampuan yang baru bisa ia lakukan. Oleh karena itu, diperlukan waktu agar mereka terbiasa dengan ragam warna, rasa, dan tekstur makanan. Untuk si Kecil yang senang mengeksplorasi rasa, CERELAC memiliki 12 variasi rasa bubur dan 2 variasi rasa Nutripuffs. Variasi tekstur lembut dari bubur sereal CERELAC dan tekstur renyah dari Nutripuffs juga cocok untuk mengenalkan Si Kecil pada berbagai tekstur makanan. Dan yang paling penting, CERELAC sebagai pelengkap bisa dikreasikan dengan makanan rumah atau MPASI tradisional lainnya. Saat anak mulai MPASI, waktu makan harus menyenangkan untuk Si Kecil.

Ketika usia anak semakin bertambah, perkembangan otak anak akan semakin meningkat dan hal ini sedikit banyak memunculkan sifat membangkang dan egois pada anak. Hal tersebut umum terjadi karena anak mulai merasa pintar dan terkadang tidak percaya dengan apa yang diperintahkan oleh orangtua. Kondisi semacam ini secara tidak langsung membuat anak menolak makanan yang diberikan oleh orangtuanya dan hanya ingin mengkonsumsi makanan yang sesuai seleranya. Mama bisa memberi si kecil buah yang dapat meningkatkan nafsu makan. Berikan buah ini sebelum makan siang agar saat makan siang mereka dapat makan dengan lahap dan habis.

Hal ini guna menghindari ruam popok sekaligus perut bayi yang tertekan setelah makan. Jika bayi terlalu banyak menyusu dapat menyebabkan bayi muntah setelah minum ASI. Makan sedirian di meja makan tentu akan membuat banyak orang merasa kesepian. Pasalnya, anak-anak mungkin merasa akan terlalu kenyang saat melihat piring kecilnya penuh dengan makanan.

Comments are closed.